Sabtu, 18 Desember 2010

teknik tenaga listrik tugas 2

1. Peralatan apa saja yang diperlukan dalam sistem pengadaan energy listrik untuk industri, rumah tangga!

a. Pembangkit
Sebagai sumber tenaga listrik yang antara lain yaitu PLTA, PLTU, PLTD, PLTN, dan sebagainya.

b. Transmisi
Sebagai jaringan untuk menyalurkan tenaga listrik dari pembangkit ke beban atau ke jaringan distribusi.

c. Distribusi
Sebagai jaringan yang menyalurkan tenaga listrik ke konsumen atau pemakai.


.
2. Gambar dan terangkan lah cara merubah energy, serta peralatan yang diperlukan!



Berawal pada energi mekanis yang diubah menjadi energi listrik dengan bantuan alat yaitu generator, energi mekanis yang ada menggerakan generator sehingga generator menghasilkan listrik. Selain pengubahan energi mekanis menjadi energi listrik, dalam sistem tenaga listrik juga dikenal perubahan energi listrik yang satu menjadi energi listrik yang lain pada rangkaian berikutnya. Di dalam bagan di bawah ini digambarkan bahwa energi listrik dirubah ke energi listrik yang lain dengan bantuan alat yaitu transformator. Dari energi listrik dapat diubah menjadi energi mekanis dengan bantuan sebuah motor, motor ini berfungsi dengan bantuan listrik sehingga nantinya menghasilkan gerakan mekanis yang memiliki energi mekanis , begitu juga sebaliknya.
Peralatan yang diperlukan dalam sistem perubahan energy listrik adalah sebagai berikut:
a. Generator yaitu piranti atau peralatan listrik yang dapat dipergunakan untuk merubah energy mekanis menjadi energy listrik.
b. Motor yaitu piranti atau peralatan listrik yang dapat dipergunakan untuk merubah energy listrik menjadi energy mekanis.
c. Transformator yaitu piranti atau peralatan listrik yang dapat dipergunakan untuk merubah energy listrik yang satu ke energy listrik lain


3. Apa gunanya transformator?

Transformator (trafo) berguna untuk mengubah energi listrik yang satu ke energi listrik yang lain di mana tegangan keluaran (output) dapat dinaikkan atau diturunkan oleh alat ini sesuai dengan kebutuhan.

4. Dibagi atas berapa macam trafo berdasarkan kegunaannya?

Trafo berdasarkan kegunaannya dibagi atas:
a. Trafo penaik tegangan (step up) atau dapat disebut trafo daya.
b. Trafo penurun tegangan (step down) atau dapat juga disebut trafo distribusi.
c. Trafo alat ukur (instrument).
d. Trafo yang digunakan pada peralatan atau rangkaian elektronik, yaitu untuk memblokir rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain.

teknik tenaga listrik tugas 1

1. Apa yang dimaksud dengan komponen komulatif ?
Komponen komulatif ialah komponen yang arah arus mengalir pada komponen medan seri searah dengan arus yang mengalir dikumparan shunt.
dan terbagi atas:
- Komponen lebih (over compound)
- Komponen kurang (under compound)
- Komponen rata (flat compound)

2 Jelaskan apa yang dimaksud dengan komponen diferensial?
Komponen diferensial ialah komponen yang arah arus mengalir pada komponen medan seri berlawanan dengan arus yang mengalir dikumparan shunt.

3. Suatu generator arus seri 50 KW, 250 Volt, resistant kumparan jangkar 0,1 ohm. Rugi tegangan pada sikat tidak ada, Hitung:
a. arus jangkarnya bila bekerja pada beban penuh.
b. resistant medan seri tegangan yang dibangkitkan = 300 volt

jawab:

diket :
P output = 50 KW;
Vt = 250 Volt;
Ra= 0,1 ohm
Eg= 300 volt.

a. Arus jangkarnya.
Ia = P output/Vt = 50.000/250 = 200 ampere


b. Resistant medan seri
Eg= Vs + Ia Ra + I Rs +rugi tegangan pada sifat
300 = 250+ (200 x 0,1) + (200 x Rs ) +0
300 = 270+ 200 x Rs
Rs = 30/200 = 0,15

Minggu, 24 Oktober 2010

analisis dan estimasi biaya

Soal 2
Sunsine Company memproduksi pisau pemotong berujung runcing. Total biaya manufactur untuk 1 pisau adalah sebesar $1.000 dan biaya konfersinya adalah $ 400. Biaya TK langsung untuk setiap pisau adalah 1/6 dari biaya bahan langsung. Tentukan besarnya biaya tenaga kerja langsung per pisau!

Diketahui:
Biaya produksi = BBB + BTKL+BOP
= $1000
Biaya Konversi = BTKL + BOP
= $400
Biaya Manufaktur = $1/6 Biaya Bahan Langsung
Ditanya
Tentukan besarnya BTKL per pisau!
Jawaban:
Biaya Produksi = (BBB + BTKL) + (BTKL + BOP)
$1000 = BBB + $400
BBB = $1000 - $400
BBB = $600

BTKL = 1/6 x Biaya Bahan Baku
BTKL = 1/6 x $600
BTKL = $100
Jadi besarnya BTKL per pisau adalah $100

Kamis, 10 Juni 2010

PENGARUH STABILITAS KEAMANAN TERHADAP KETAHANAN EKONOMI NASIONAL

PENGARUH STABILITAS KEAMANAN TERHADAP KETAHANAN EKONOMI NASIONAL

1. Ketahanan Nasional Indonesia

Perwujudan ketahanan pada aspek politik memerlukan kehidupan politik bangsa yang sehat, dinamis,dan mampu memelihara stabilitas politik. 3. Ketahanan Dalam Aspek Ekonomi. Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan Pertahanan dan keamanan negara RI bertujuan untuk menciptakan keamanan bangsa dan ne gara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa.

Ketahanan nasional adalah pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.

2. Ketahanan Ekonomi Nasional

Tujuan nasional menjadi pokok pikiran ketahanan ekonomi nasional karena sesuatu organisasi dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan akan selalu berhadapan dengan masalah-masalah internal dan eksternal sehingga perlu kondisi yang siap menghadapi.

Ketahanan ekonomi nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.

Konsepsi ketahanan ekonomi nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yan seimbang, serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh yang berlandaskan Pancasila, UUD 45 dan Wawasan Nusantara.

Kesejahteraan adalah kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan niali-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata antara rohani dan jasmani.Keamanan adalah kemampuan bangsa Indonesia melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.

3. KETAHANAN NASIONAL

Berdasarkan rumusan pengertian Ketahanan Nasional dan kondisi kehidupan nasional Indonesia, ketahanan nasional sesungguhnya merupakan gambaran dari kondisi sistem kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu. Tiap-tiap aspek terutama aspek-aspek dinamis dalam tata kehidupan nasional relatif berubah menurut waktu ruang dan lingkungan sehingga terjadi interaksi dapat menciptakan kondisi umum yang komplek dan sulit dipantau.

Dalam rangka pemahaman dan pembinaan tata kehidupan nasional tersebut diperlukan penyederhanaan tertentu dari berbagai aspek kehidupan Nasional. Penyederhanaan tersebut berbentuk model dari hasil pemetaan keadaan nyata melalui analisa yang mendalam yang dilandasi oleh hubungan antara manusia dan Tuhan, manusia dan masyarakat serta manusia dengan lingkungannya.

Dari pemahaman hubungan tersebut timbul gambaran bahwa konsepsi Ketahanan Nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan antara lain :

1. Aspek yang berkaitan dengan alam bersifat statis disebut TRIGATRA yang mencakup aspek Geografis, Aspek Kependudukan dan aspek Sumber kekayaan alam.

2. Aspek yang berkaitan dengan sosial bersifat dinamis disebut Panca gatra, yang meliputi, Idiologi, Politik, Sosial budaya dan Pertahanan Keamanan.

Dalam pembahasan konsepsi Ketahanan Nasional terhadap pemulihan krisis ekonomi adalah ketahanan nasional yang tangguh dalam menghadapi penyebab dampak krisis ekonomi.

4. Aspek Ekonomi Nasional

Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan,ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mampu memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis, menciptakan kemandirian ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi, dan mewijudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. Dengan demikian, pembangunan ekonomi diarahkan pada mantapnya ketahanan ekonomi melalui iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, tersedianya barang dan jasa, terpeliharanya fungsi lingkugan hidup serta meningkatya daya saing dalam lingkup perekonomian global.

Pencapain tingkat ketahan ekonomi yang diinginkan memerlukan pembinaan berbagai hal, yaitu antara lain :

a. sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata diseluruh wilayah Nusantara melalui ekonomi kerakyatan serta untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelansungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila UUD 1945.

b. Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam keselarsan dan keterpaduan antar sektor pertanian dan perindustrian serta jasa.

c. Pembangunan ekonomi, yang merupakan usaha bersama atas dasar asas kekeluargaan di bawah pengawasan anggota masyarakat, memotijvasi dan mendorong peran serta masyarakat sacara aktiv. Keterkaitan dan kemitraan antarpara pelaku dalam wadah kegiatan ekonomi, yaitu pemerintah, badan usaha milik negara, koperasi, badab usaha swasta, dan sektor informal harus diusahakan demi mewujudkan pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas ekonomi.

d. Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil-hasilnya senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan keseimbagan dan keserasian pembangunan antar wialyah dan antar sektor.

e. Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat dan dinamis untuk mempertahankan serta meningkatkan eksistensi dan kemandirian perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya nasional secara optimal serta saran Iptek yang tepat guna dalam menghadapi setiap permasalahan, dan dengan tetap memperhatikan kesempatan kerja.

5. Penyebab Dan Dampak Krisis Ekonomi

1. Penyebab krisis ekonomi.

a. Pengaruh Global

v Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi terutama tehnologi komunikasi informasi dan transportasi, menyebabkan dunia terasa semakin sempit, transparan dan tanpa batas yang semakin mengglobal. Proses globalisasitercermin dalam globalisasi informasi dan globalisasi ekonomi, yang membawa sistem nilai yang positif yang mendorong ke arah kemajuan dan modernisasi maupun yang bersifat negatif yang dapat mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa serta sendi kehidupan di seluruh aspek kehidupan nasional, bahkan juga menjungkir balikkan nilai-nilai dasar yang telah berakar dan telah mapan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

v Adanya kecenderungan dan nominasi negara adidaya yang selalu memaksakan kehendaknya merupakan permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan politik luar negeri. Negara-negara yang kuat cenderung menerapkan kepentingan politik serta dilandasi nilai-nilai yang berlaku di masyarakanya kepada negara lain dalam hal demokrasi, Ham dan lingkungan hidup serta pandangan bebas. hal ini menyebabkan tekanan politik dan krisis ekonomi nasional.

v Kecenderungan proteksionisme dan meningkatnya masalah perdagangan yang mempunyai dimensi politik merupakan hambatan bagi bangsa Indonesia untuk memperluas kegiatan perdagangan global, hal ini menyebabkan krisis ekonomi bangsa.

b. Pengaruh nasional

v Secara sosiologis bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan etnis dengan adat-istiadat, bahasa, pandangan hidup serta agama dan kepercayaan yang berbeda-beda, hal ini dapat merupakan titik rawan yang menimbulkan primordialisme sempit yang mengarah kepada perpecahan bangsa dan pada akhirnya krisis ekonomi melanda kehidupan bangsa.

v Kepemimpinan Nasional yang belum terlepas dari KKN dapat menimbulkan krisis ekonomi.

v Tingginya tingkat pengangguran akan menimbulkan kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan yang miskin sehingga menimbulkan krisis ekonomi yang berlanjut.

v Terbatasnya sarana dan prasarana ekonomi mempengaruhi arus bahan, barang dan jasa sehingga perkembangan ekonomi sulit mengakibatkan krisis ekonomi berkepanjangan.

v Pengaruh Keamanan dalam negeri yang belum stabil mempengaruhi kelancaran pembangunan ekonomi sehingga krisis ekonomi berkelanjutan.

2. Dampak Krisis Ekonomi

Dampak Krisis Ekonomi akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan nasional sehingga dapat mempengaruhi ketangguhan Ketahanan Nasional.

6. PERANAN KETAHANAN NASIONAL DALAM PEMULIHAN KRISIS EKONOMI

1. Peranan Konsepsi Ketahanan

Adalah sebagai pedoman atau sarana untuk meningkatkan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan sehingga terwujudnya ketahanan idiologi, ketahanan politik, ketahanan ekonomi, ketahanan Sosial budaya dan ketahanan pertahanan keamanan.

a. Implementasi Konsepsi Ketahanan Nasional

Konsepsi ketahanan nasional pada hakekatnya juga merupakan metode pemecahan persoalan dalam upaya mewujudkan kondisi kehidupan nasional menuju kajayaan bangsa dan negara. Oleh karena itu konsepsi Ketahanan Nasional harus dioperasionalisasikan serta disebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat sehingga diyakini kebenarannya dan pada akhirnya diimplementasikan.

b. Pendekatan Implementasi Konsepsi Ketahanan Nasional.

1) Pendekatan dari atas

a. Pancasila sebagai landasan idiil, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional serta wawasan nusantara sebagai landasan Visional dijadikan pedoman untuk melakukan arah pembinaan terhadap geografi, kekayaan alam dan kependudukan.

b. Arah Pembinaan Geogarafi

- Pemanfaatan wilayah didasarkan atas konsepsi tata ruang dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan, mempertahankan adanya pelestarian alam dan lingkungan hidup yang layak dalam wilayah ruanghidup bangsa dan dengan memperhatikan ciri khas potensi wilayah.

- Membangun seluruh wilayah Indonesia secara seimbang dan menata guna menekan kesenjangan antar wilayah/daerah.

- Untuk mewujudkan kesatuan wilayah perlu penyediaan sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi yang menjamin orang, barang dan jasa serta pelaksanaan pembangunan nasional secara utuh menyeluruh.

- Menanamkan kesadaran masyarakat sedini mungkin, tentang konstelasi geografis Indonesia, kerawanan maupun potensinya.

2) Arah Pembinaan Kekayaan Alam

- Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam Indonesia dilakukan oleh dan untuk bangsa Indonesia dengan cara-cara yang tidak merusak tata lingkungan hidup manusiadan dengan memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang.

- Pemanfaatan kekayaan alam komoditi yang mempunyai nilai ekonomis harus didasarkanpada prinsip peningkatan kesempatan kerja bagi penduduk setempat dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional, sehingga mengurangi kesenjangan antar wilayah/daerah dan peningkatan pembangunan daerah.

- Melindungi serta mengelola sumber kekayaan alam dengan cara tepat, terarah, bijaksana dan memanfaatkan untuk rakyat banyak.

3) Arah Pembinaan Kependudukan

- Pengaturan laju pertumbuhan penduduk

- Pengaturan penyebaran penduduk

- Meningkatkan kwalitas penduduk/SDM

- Pemberdayaan Wanita dan generasi muda

4) Arah Pembinaan Ketahanan Idiologi

- Pengamalan Pancasila secara obyektif dan subyektif terus dikembangtingkatkan

- Pancasila sebagai idiologi terbuka perlu terus direkvansikan dan diaktualisasikan nilai instrumentalnya.

- Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep wawasan nusantara yang bersumber dari Pancasila harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk.

5) Arah Pembinaan Ketahanan Politik

- Sistem pemerintah yang berdasarkan hukum, tidak berdasarkan kekusaan yang bersifat absolut, kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan di MPR.

- Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat.

- Kepemimpinan Nasional yang berwibawa dengan tetap dalam lingkup Pancasila, UUD 1945 dan wawasan nusantara.

- Terjalinnya komunikasi politik timbal balik.

- Hubungan luar negeri ditunjukan untuk lebih meningkatkan kerja sama internasional.

6) Arah Pembinaan Ketahanan Nasional

- Sistem ekonomi harus dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah nusantara melalui ekonomi kerakyatan.

- Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil-hasilnya secara seimbang dan serasi antar wilayah/daerah dan sekitarnya.

- Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat dan dinamis.

7) Arah Pembinaan Sosial Budaya

- Pengembangan Sosial Budaya bangsa Indonesia berjalan bersama dengan

perkembangan sosial budaya.

-Pembinaan kehidupan beragama tidak hanya mencakup penghayatan dan pengamalan ajaran agama untuk diri manusia pemeluknya sendiri, namun harus disertai pemahaman dan penghormatan terhadap agama lain beserta masyarakat pemeluknya.

- Pengembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi sebagai perwujudan budaya bangsa.

8) Arah Pembinaan Pertahanan dan Keamanan

- Mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela negara yang berisi keuletan dan ketangguhan melalui penyelenggaraan sistem keamanan nasional.

- Cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan.

- Pembangunan kekuatan dan kemampuan Hankam.

- Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi dari segala macam ancaman dan gangguan.

- Budayakan industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan dan peralatan untuk mendukung pembangunan kekuatan dan kemampuan Hankam. Pembangunan dan kekuatan Hankam harus diselenggarakan oleh manusia yang berbudi luhur, arif bijaksana, menghormati HAM, menghayati makna nilai dan hakekat perang dan damai.

- TNI berpedoman pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit yang merupakan penjabaran Pancasila.

- Polri berpedoman pada Tri Brata dan Catur Prasetya.

- Meningkatkan kesatuan dan persatuan serta ketaatan masyarakat pada persatuan secara terus-menerus.

7. KESIMPULAN

Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan stabilitas keamanan sangat berpengaruh terhadap ketahanan ekonomi, karena keduanya saling berkaitan satu sama lain dan wawasan nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan.

Bahwa suatu implementasi ketahanan nasional dengan metode pendekatan dari atas maka akan terwujud ketahanan nasional yang tangguh terhadap segala tantangan. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan terwujud ditandai dengan pulih bayak krisis ekonomi nasional suatu Negara

Wawasan nusantara tidak terlepas dari yang namanya konsepsi ketahanan nasional, Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh berlandaskan Pancasila danUUD 45.

Rabu, 09 Juni 2010

INDONESIA TAHUN 2050

PREDIKSI INDONESIA TAHUN 2050

1. Pendahuluan

Menurut John P. Kotter, 1996. Visi organisasi atau organization visioningadalah Cita-cita atau impian hari depan organisasi yaitu skala organisasi,maka sama hal nya dengan indonesia. Negara ini harus memiliki Visi atau cita-cita untuk melangkah kedepannya yang harus didukung oleh semua pihak.

Untuk itu indonesia wajib memiliki pandangan kemasa depan yang harus disusun dari sekarang, agar setiap langkah yang akan dipijak guna mencapai hari esok yang lebih baik tidak hanya jadi isapan jempol belaka.

Visi indonesia untuk 40 tahun kedepan atau tahun 2050 sepertinya tidak terlalu dini untuk di siapkan. Sesuatu hal yang memang seharusnya sudah difikirkan oleh bangsa ini khususnya kita para anak muda penerus bangsa, tentang bagaimana sesungguhnya visi dan misi yang harus di buat, baik dari sektor pembangunan, pendidikan, kemakmuran, keamanan, ekonomi, dan lain-lain.

Agar kita tidak gentar menghadapi tantangan dalam menggapai masa depan yang akan jauh lebih sulit, lebih rumit, lebih berat dan dapat membuat kita kalah bersaing jika kita terlambat mempersiapkannya.

2. INDONESIA PADA TAHUN 2050

a. Indonesia menjadi negara mandiri Pada 2050

Indonesia akan menjadi negara mandiri yang tidak tergantung pada negara lain. Semua pembangunannya dilakukan tanpa bantuan dari negara lainnya. Tapi, itu semua adalah mimpi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang Indonesia 43 tahun mendatang alias 2050.

Mimpi tersebut disampaikan Presiden SBY dalam acara Forum Strategis (FORSTRAT) BI di Gedung I, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (29/8/2007). "Indonesia pada tahun 2050, dream kita adalah develop country, Indonesia yang sejahtera, yang lebih prosper dari sekarang. Kita jadi bangsa besar, yang self generating, kita bisa membangun dengan sustainable tanpa tergantung dari negara lain," kata SBY menjelaskan mimpinya itu. Pada saat itu, SBY memperkirakan Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, kuat dan tidak mudah rontok bila menghadapi guncangan. "Tidak keliru kalau kita punya visi kedepan, karena kalau tidak punya visi itu berarti bangsa yang kering. Tanpa idealisme kita bisa berjalan tertatih-tatih, kalau ada masalah kita keliru mengatasi masalah itu," jelasnya. Namun untuk mencapai develop country itu, menurut SBY ada tantangannya, yakni soal perubahan iklim. Untuk itu, SBY minta perubahan iklim disikapi dengan serius. "Oleh karena itu kita harus hadapi new chalenge dalam climate change tadi," tandas SBY menutup cerita impiannya.

b. Indonesia Raksasa Pada 2050

Baru-baru ini Danone, sebuah perusahaan barang konsumsi Prancis, memutuskan melepaskan investasinya di sejumlah negara Asia Pasifik, untuk kemudian dikonsentrasikan di tiga negara: Cina, India, dan Indonesia. Keputusan ini barangkali didorong oleh keberhasilan bisnis Danone di tiga negara itu.

Di Indonesia sendiri, Danone mengambil alih kepemilikan Aqua dan menjadikannya sebagai salah satu perusahaan air mineral terbesar di dunia. Sejak diambil alih pada 2001 oleh perusahaan Prancis tersebut, penjualan Aqua telah naik lima kali lipat.

Akuisisi Aqua mirip dengan langkah Unilever Indonesia yang mengambil alih mayoritas kepemilikan Kecap Bango pada 2001. Unilever berhasil menyulap Kecap Bango menjadi perusahaan kecap yang sangat besar dengan penjualan yang berlipat sampai enam kali dalam lima tahun.

Pengambilalihan perusahaan barang konsumsi ini belakangan juga diikuti raksasa tembakau dunia Philip Morris. Perusahaan ini membeli saham Putera Sampoerna di PT H.M. Sampoerna, salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia. Apakah kenaikan penjualan yang fantastis pada Aqua dan Kecap Bango juga akan terjadi pada pabrik rokok tersebut, waktulah yang akan membuktikannya.

Cerita lain datang dari Lafarge. Perusahaan semen terbesar di dunia asal Prancis ini semula berniat mengakuisisi saham Cemex di Semen Gresik. Namun belakangan mereka memutuskan untuk membangun kembali Semen Andalas miliknya di Aceh yang hancur diterjang tsunami.

Langkah ini mengikuti dua perusahaan semen raksasa dunia lainnya yang telah mengakuisisi dua perusahaan semen di Indonesia. Heidelberger, raksasa semen nomor empat di dunia asal Jerman, telah mengambil oper kepemilikan Salim di Indocement.

Holcim, pemain semen terbesar kedua di dunia dari Swiss, juga telah mengambil alih Semen Cibinong. Dengan perkembangan tersebut, industri semen di Indonesia tampaknya akan didominasi pemain Eropa, setelah Cemex menarik diri dari Semen Gresik.

Di industri otomotif, Toyota, Honda, Daihatsu, Suzuki, Yamaha, dan perusahaan otomotif Jepang lainnya secara agresif mulai menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Daihatsu saat ini mengekspor 50 ribu mobil dalam bentuk completely knocked down (CKD) setiap tahun.

Demikian juga Toyota, yang mengirimkan Toyota Innova ke luar negeri dalam jumlah yang hamper sama. Tak mau ketinggalan, TVS, perusahaan motor terbesar ketiga di India, juga menanamkan modal di Tanah Air dengan rencana besar menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk Asia Tenggara.

Di industri elektronik, LG dan Samsung telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi industri elektronika mereka. Perusahaan elektronik Korea tersebut bahkan terus berekspansi untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa hengkangnya Sony dari Indonesia tidak bersifat universal di industri elektronika, tetapi lebih merupakan langkah konsolidasi bagi perusahaan elektronik Jepang itu.

Sederet perkembangan itu menunjukkan bahwa secara diam-diam proses konsolidasi investasi sesungguhnya mulai terjadi di Indonesia. Ini tentu tak lepas dari tujuan jangka menengah-panjang perusahaan-perusahaan itu: mempersiapkan diri menjadi perusahaan yang memiliki fondasi kuat di negara yang diperkirakan memiliki prospek yang sangat cerah.

Perkembangan tersebut tampaknya sejalan dengan apa yang diprediksi oleh John Hawksworth, ahli makroekonomi global dari Inggris. Hasil studinya itu telah dipublikasikan oleh PricewaterhouseCoopers, salah satu kantor akuntan terbesar di dunia, pada Maret silam, dengan judul The World in 2050.

Kesimpulan senada sebelumnya juga disuarakan raksasa bank investasi dunia Goldman Sachs. Hasil studi yang dibuat D. Wilson dan R. Purushothaman ini tertuang dalam Global Economics Paper nomor 99, Oktober 2003, berjudul Dreaming with BRICs: The Path to 2050. Studi semacam ini pun memiliki banyak kemiripan dengan The East Asian Miracles, yang diterbitkan oleh Bank Dunia sebelum krisis Asia beberapa tahun lalu.

Dalam hasil studinya Hawksworth mengatakan bahwa perekonomian global bakal diwarnai oleh kebangkitan raksasa-raksasa baru dari negara berkembang (emerging countries), yang dikenal dengan sebutan E7 atau Emerging Seven. Mereka tergabung dalam negara BRIC, yaitu Brasil, Rusia, India, dan Cina. Tiga negara lainnya adalah Meksiko, Turki, dan Indonesia.

Dikatakan bahwa ketujuh negara E7 tersebut pada 2050 akan memiliki perkenomian yang lebih besar dibanding negara G7. Seberapa besar? Tergantung nilai tukar yang dipergunakan. Jika nilai tukar pasar yang dipakai, perekonomian E7 akan lebih besar 25 persen. Sedangkan jika PPP (Purchasing Power Parity) yang dipergunakan, perekonomian E7 akan 75 persen lebih besar dibandingkan dengan negara-negara G7.

Lantas, di mana posisi Indonesia? Perekonomian Indonesia saat ini besarnya kurang lebih sama dengan Arab Saudi, yaitu di peringkat 26 dunia. Namun pada 2050 perekonomian Indonesia diperkirakan akan membengkak setara dengan 19 persen perekonomian Amerika Serikat, baik diukur dengan menggunakan nilai tukar pasar maupun nilai tukar PPP.

Dengan nilai tukar pasar, Indonesia diprediksi akan berada pada peringkat ke-6, sesudah Amerika Serikat, Cina, India, Jepang, dan Brasil. Jika benar begitu, perekonomian Indonesia saat itu akan melampaui perekonomian Jerman, Inggris, Italia, Kanada, Rusia, dan Korea.

Bagaimana itu mungkin terjadi? Apakah semata-mata karena jumlah penduduk Indonesia yang besar, seperti halnya Cina dan India? Ataukan juga disebabkan oleh pendapatan per kepala yang juga tinggi? Menurut Hawksworth, pendapatan per kepala Indonesia pada 2005 sebesar US$ 1.249, jika diukur dengan nilai tukar pasar. Sedangkan jika diukur dengan nilai tukar PPP sebesar US$ 3.702.

Besaran itu akan melonjak jauh pada 2050, kata Haksworth. Ia memprediksi pendapatan per kepala Indonesia bakal melesat menjadi US$ 23.097 berdasarkan nilai tukar pasar, dan US$ 23.686 jika diukur dengan PPP.

Tentu banyak pihak yang skeptis dengan prediksi yang seperti mimpi itu. Tapi kita tak boleh lupa dengan sebuah studi Bank Dunia. Studi tersebut telah membantu mengarahkan mata para investor mengenai besarnya peluang untuk berinvestasi di negara Asia Timur. Jika saja krisis ekonomi tidak datang mendera, bukan tidak mungkin kemakmuran yang lebih besar bahkan akan menghampiri kawasan ini.

Melihat beruntunnya tulisan dari Goldman Sachs hingga PricewaterhouseCoopers, dapat diduga bahwa pada masa mendatang studi serupa akan bermunculan. Mata investor dunia pun akan semakin tertuju ke kawasan ini. Karena itu, tak berlebihan jika dinyatakan bahwa dalam jangka pendek dan menengah, kita akan banyak menyaksikan hadirnya investasi dari luar negeri di Tanah Air.

Kita tahu, di industri perbankan, sudah lebih dari separuh kepemilikan bank

domestik berada dalam genggaman asing. Perkembangan tersebut diperkuat dengan

hadirnya State Bank of India yang mengabil oper Bank Indomonex. Jagat perbankan kian

riuh dengan kabar belum lama ini yang memberitakan akuisisi Bank Haga dan Hagakita oleh Rabobank dari Belanda. Dan tampaknya perkembangan caplok-mencaplok di industri perbankan masih belum akan berhenti sampai di sini.

Di industri telekomunikasi, kita pun menyaksikan hadirnya investor mancanegara seperti Singapore Telecom yang menguasai sebagian kepemilikan saham di Telkomsel, serta Singapore Technologies Telemedia yang memiliki saham mayoritas di Indosat. Begitu juga Telkom Malaysia sudah melakukan investasi di Indonesia.

Dengan kian derasnya aliran investasi ke dalam negeri, kita sudah selayaknya berharap bahwa perekonomian Indonesia sebetulnya tidaklah sesuram yang digambarkan. Bahkan gambaran cerah diprediksi Price water house Coopers memunculkan harapan yang lebih besar akan masa depan perekonomian Indonesia.

c. Perubahan iklim tahun 2050

Ternyata perubahan iklim pada tahun 2050 juga berakibat besar untuk negri ini. Yaitu Indonesia diramalkan tenggelam. Sebab, pemanasan global menyebabkan naiknya permukaan laut. Apalagi, Indonesia adalah negara kepulauan.

"Jakarta pada tahun 2050 akan kehilangan wilayah Tanjung Priok, Ancol, dan Pantai Indah Kapuk yang tenggelam," kata Sekretaris World Ocean Conference (WOC), Indroyono Soesilo kepada wartawan di Kantor Kementerian Kesejahteraan Rakyat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis 22 Januari 2009.

Isu kelautan, kata dia sangat penting diperhatikan. "Kalau dunia tidak menggarap bersama soal isu kelautan. Kondisinya akan sama seperti Jakarta tahun 2050," kata Indroyono.

Indonesia ternyata tak sendirian menghadapi masalah itu. Ditambahkan Indroyono, begitu Indonesia menggagas konferensi kelautan, dunia langsung merespon. Sebanyak 121 negara menyatakan akan hadir dalam konferensi di Manado, Sulawesi Utara, 11 sampai 14 Mei 2009.

Gagasan Indonesia, tambahnya, dilatarbelakangi minimnya pembahasan isu kelautan, termasuk di Perserikatan Bangsa Bangsa.Sebagai penggagas, Indonesia tak tanggung-tanggung. Tiga peraturan pemerintah dikeluarkan untuk pelaksanaan konferensi. Pemerintah juga mempersiapkan infrastruktur untuk penyelenggaraan acara tersebut. Dana sebesar US$ 200 juta untuk kelautan, telah dimobilisasi.

Pemerintah Indonesia, kata Indroyono, punya target khusus dalam pertemuan itu yakni Manado Declaration dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit Implementation yang akan dipakai sebagai wahana dasar untuk mengambil kebijakan penyelamatan kelautan tingkat dunia.

Panitia pengarah konferensi (steering committee) akan dipimpin Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie. Anggotanya, semua menteri koordinator, para menteri, Kepala Kepolisian RI, Panglima Tentara Nasional Indonesia, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

Sedangkan panitia nasional akan dipimpin Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi dan wakilnya, Gubernur Sulawesi Utara.

3. Kesimpulan

Bangsa Indonesia sebenarnya memiliki masa depan yang cerah jika setiap element masyarakat dapat sadar akan keberadaan dan rasa nasionalisme mereka. Dan tidak memikirkan kesenangan atau kebutuhan individu sesaat.

Kita juga akan dapat maju dan membangun negeri ini jika kita terus dalam prinsip pancasila, dan peka terhadap apa yang telah terjadi pada negri ini.dan tertanam bahwa negara yang kita miliki sudah seharusnya kita banggakan. Lalu buat dunia memusatkan pandangannya kepada kita. Dengan cara bersatu dan berjuang bersama-sama, demi hari esok yang lebih baik.